Nama               : Feby Lumongga Theresia Sinaga

NIM                :205080401113006

Prodi               : Sosek ’20 KB

Mata Kuliah   : Sistem Informasi Manajemen Perikanan

Tugas               : Analisis situasi kondidi sekitar rumah di masa pandemi

 

Menurunnya Permintaan Ikan Air Tawar saat Pandemi Covid 19 di Kota Medan

 

Hampir semua sektor usaha saat ini terkena dampak dari mewabahnya pandemi Covid 19, tak terkecuali Salah satu sektor yang terkena dampak wabah pandemi COVID-19 atau corona di Kota Medan, Pandemi covid 19 telah berdampak hampir di segala sektor kehidupan tidak luput di sektor perikanan  yang mengakibatkan harga ikan jatuh karena daya beli masyarakat menurun. Dampak dari Covid-19, Dampaknya dapat dirasakan oleh para pelaku usaha perikanan terkait dengan menurunnya pembelian ikan oleh masyarakat, tentunya kalau kondisi ini berkepanjangan dampaknya juga akan mempengaruhi pemasukan para pelaku usaha perikanan.Pergerakan bisnis perikanan di Indonesia sebagain besar meliputi penangkapan, budidaya dan pengolahan hasil perikanan. Dampak dari sistem WFH yang diterapkan guna menghindari penyebaran Covid-19 ini,sedikit banyak mengena pada pelaku industri perikanan. Sebagaian besar media online memberitakan terjadinya penurunan harga ikan yang disebabkan oleh menurunnya tingkat permintaan para konsumen mulai skala rumah tangga sampai dengan para eksportir. Akibatnya di beberapa wilayah para nelayan sudah menghentikan aktivitas penangkapan karena khawatir hasil produksinya tidak terserap oleh pasar.Aktivitas pasar ikan di sebagian wilayah dalam sebulan terakhir mulai menurun karena sepinya pembeli sehingga banyak ikan menurun di pasar.

Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sumut, Taulina Anggarani, mengatakan, kontraksi ekonomi Sumut di triwulan II-2020 dipicu oleh lesunya sejumlah lapangan usaha akibat pandemi Covid-19. "Itu terlihat dari pertumbuhan lapangan usaha yang biasanya menjadi penyokong perekonomian Sumut yang minus. Selama triwulan II-2020, pertumbuhan tertinggi justru dicapai lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 5,42%, kemudian administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 0,35% dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 1,42%," katanya, Rabu (5/8/2020).

Salah satu pengusaha di bidang perikanan yang ada di kota Medan mengatakan bahwa pandemic ini benar benar meresahkan .Dimana pada awal PSBB pun mereka tidak bias mengambil ikan lagi di daerah Silalahi dan sekitarnya sehingga pasokan ikan terbatas dan para konsumen pun diwajibkan di rumah saja selama pandemic membuat situasinya semakin memburuk.

Jadi kesimpulannya pandemi covid ini berdampak di usaha suplier ikan air tawar di kota Medan Sumatera Utara . Pendapatan yang dihasilkan para pengusaha budidaya ikan nila  menurun 2 kali lipat. Dikarenakan menurunnya permintan terhadap konsumen  yang mengakibatkan banyak supler yang tidak berani menyetok banyak ikan lagi  karena mereka tidak berani berspekulasi, menghindari kemungkinan kerugian yang lebih besar sehingga tidak melanjutkan usaha perikanannya.Semoga pandemi ini segera berakhir dan semuanya bisa kembali normal.

 

Sumber https://medanbisnisdaily.com/news/online/read/2020/07/24/114776/dampak_pandemi_covid_19_ekonomi_sumut_minus_2_37/

https://fpk.unair.ac.id/dampak-covid-19-pada-industri-perikanan-domestik-indonesia/

Komentar